Kamis, 21 Maret 2013

3. TOKOH EKONOMI INDONESIA


A.    MOHAMMAD HATTA
Hatta adalah seorang ahli ekonomi terbesar yang pernah dimiliki
Indonesia. Bung Hatta memiliki pemikiran untuk melakukan
pembangunan Indonesia dengan mewujudkan kemakmuran dan keadilan
yang merata bagi rakyat sesuai dengan pasal 33 UUD 1945. Inti dari
pemikiran Bung Hatta sendiri terdiri atas dua aspek pokok, yaitu
transformasi ekonomi dan transformasi sosial  (economics and  social
transformation) yang ia nilai merupakan satu kesatuan yang utuh dan
tidak dapat dipisahkan.

B.    SUMITRO DJOJOHADIKUSUMO
Sumitro  Djojohadikusumo yang lebih dikenal dengan Pak Cum,
telah banyak mendedikasikan tenaga dan pikiran untuk memperjuangkan
Indonesia dari keruntuhan ekonomi akibat inflasi 600% membangun
perkonomian bangsa untuk mengejar ketinggalan dari bangsa lain, dan
membangkitkannya kembali dari keterpurukan krisis.

C.     WIDJOJO NITISASTRO
Maksud pemikiran Widjojo Nitisastro tentang perkembangan
ekonomi dapat diketahui bahwa siklus gelombang turun naiknya
ekonomi dunia dalam dasawarsa 1980an merupakan bagian yang tak
terpisahkan dalam kehidupan ekonomi. Oleh karena itu akan senantiasa
dihadapi, juga dalam dasawarsa-dasawarsa akan datang. Namun, 9
Indonesia tidak perlu cemas menghadapinya karena kenyataan sejarah
sejak tahun 1960an sampai kini menunjukan bahwa bangsa Indonesia
memiliki ketahanan dan kemampuan mengatasi berbagi siklus krisis
ekonomi ini. Syarat penting adalah berpegang teguh pada prinsip-prinsip
ekonomi dengan inner logic kehidupan ekonomi, mampu mempengaruhi
kekuatan ekonomi pasar melalui perencanaan pembangunan yang secara
sistematis, gigih dan konskuen diarahkan sasaran pembangunan yang
mencakup kepentingan sebagian besar masyarakat kita yang masih
tertinggal miskin untuk mencapai masyarakat yang adil, makmur dan
sejahtera.

D.    MUBYARTO
Dicetuskan oleh Soekarno-Hatta, didengungkan kembali oleh
Emil Salim dan dikembangkan oleh Mubyarto. Meski bukan yang 15
pertama dan yang satu-satunya, tapi di tangan beliaulah Ekonomi
Pancasila berkembang dan menemukan bentuknya.
Berawal dari kegelisahan terhadap perkembangan dan
implementasi ilmu ekonomi. Beliau merasa bahwa hubungan antara
ekonomi dan keadilan sangatlah jauh. Terlebih jika melihat yang
tejadi di sekitar, yaitu kebijakan ekonomi yang di tempuh oleh banyak
negara, termasuk Indonesia.

E.     BOEDIONO
a. Teori ekonomi moneter
Ekonomi moneter merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang
mempelajari fungsi dan pengaruh uang terhadap kegiatan ekonomi.
b. Teori ekonomi makro
Ilmu ekonomi dipelajari karena berguna untuk memberikan
petunjuk mengenai kebijaksanaan apa yang bias diambil untuk
menanggulangi suatu permasalahan tertentu. Ekonomi makro sebagai
cabang ilmu ekonomi yang berkaitan dengan permasalahan kebijakan
makro.
c. Teori ekonomi mikro
Ekonomi mikro mempelajari ruang lingkup kecil dalam
perekonomian seperti perusahaan dan rumah tangga. Dalam 21
perusahaan ataupun rumah tangga pasti terdapat tiga macam kegiatan
ekonomi yaitu: kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi.

F.     SJAHRIR
a. Utang Luar Negeri
Beban utang Indonesia yang demikian tingginya menyebabkan
tidak berkembangnya kegiatan produksi dalam negeri sehingga
pertumbuhan ekonomi nyaris mustahil tercapai. Bagi Indonesia
jawaban  praktis yang dapat membantu mempersiapkan Indonesia
bebas dari jebakan utang
b. Perdagangan Luar Negeri
Ada dua hal yang membuat ekonomi Indonesia menjadi unik.
Yang pertama adalah dianutnya rezim devisa bebas. Kebijaksanaan
rezim devisa bebas membuka peluang bagi arus modal dan jasa untuk
berpindah-pindah secara cepat tergantung dari keperlutan dan
keuntungan yang dilihat di suatu saat oleh pemilik modal dan pemberi
jasa. Keunikan kedua adalah lokasi indonesia yang begitu strategis
sehingga dilukiskan  “Indonesia is born as a free trader” (Sjahrir,
1990: 57). Oleh karena itu, Indonesia perlu memperbaiki segala hal

2 komentar:

Eko Dyah mengatakan...

Bagus tuk penyemangat bagi kaum muda

imam ciprut mengatakan...

Keren sob

www.kiostiket.com

Poskan Komentar